Bali yang dikenal The Island of Gods diberi kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam pertemuan umat Hindu Dunia, yaitu World Hindu Summit 2012 di Gedung Wiswa Sabha yang diselenggarakan oleh Parisadha Hindu Dharma Indonesia.
Januari 23, 2013
Januari 18, 2013
BELAJAR MENGENAL KEWAJIBAN
Ketika kita mulai bertanya
dan ingin mengetahui apa yang tidak atau belum kita ketahui tentang kehidupan
ini dan apa yang patut dilakukan, untuk menemukan jawabannya adalah jalan
menuju kewajiban. Untuk menemukan jawaban itu kita harus berusaha melakukan
perjalanan ke dalam diri inilah yang disebut sadana (Ranvir Singh, 2005: 106).
Sadana dalam hal ini dapat diartikan “prilaku” yang melibatkan segenap unsur;
pikiran, panca indra, jiwa, perasaan, imajinasi, tenaga, badan, sarana dan
prasarana dan lain sebagainya. Hal itu bisa berjalan bila disinari oleh cahaya
Illahi yang menyebabkan prilaku bisa
bergerak menelusuri ruang yang tanpa batas (viratvidya). Memperoleh cahaya Illahi adalah suatu
kemujuran, karena bisa diperoleh bila “diberkati” akibat sadana suci yang telah
dilakukan dengan penuh tulus ikhlas atau juga terjadi dengan sendirinya. Bila
itu terjadi dengan sendirinya, itulah kebesaran-Nya yang barangkali diakibatkan
karma baik masa lalu yang berbuah dalam kehidupan ini. Banyak orang mengalami
kehadiran sinar itu, namun tidak disadari oleh alam pikirnya yang mengakibatkan
keragu-raguan dan selalu bertanya-tanya tengtang “apa itu” dan kenapa itu
terjadi dalam dirinya. Pertanyaan-pertanyaan ini mengakibatkan terjadi getar
rasa dan gerak hati, jiwa dan pikiran mendorong langkah kaki untuk menelusuri
kebenaran “apa itu”.
The First Festival of Shiva Puja
Pada Tanggal 29 April 2012 Ashram Lembah Bhayam Menyelenggarakan Festival Shiva Puja dalam rangka menyambut perayaan turunnya pengetahuan Jnana Buda Siwa yang diperingati setiap tanggal 10 Mei. dalam kegiatan ini digelar pentas seni yang menampilkan tarian-tarian suci dalam pemujaan Shiva yang diiringi pula dengan nyanyian suci. Pentas seni ini pun diikuti oleh 4 cabang Ashram Lembah Bhayam, yaitu : Ashram Munivara, Ashram Vrata Wijaya, Ashram Amrtham Gauri, Ashram Sundaram, dan beberapa grup bhakta dari berbagai daerah di Bali.
![]() |
| suasana pembukaan Festival Shiva Puja I |
Penderitaan Sebagai Proses Menuju Jalan Kebebasan
Om Swastyastu
Setiap orang yang lahir dan hidup
dibumi ini, memiliki proses jalan hidup yang berbeda-beda. Bentuk, ciri-ciri
dan kualitasnya amat bervariasi, oleh karenanya terkadang tidak mampu dikenali
oleh yang bersangkutan. Akibatnya
berbagai cara dan jalan yang ditempuh untuk menyelesaikan atau juga untuk
menemukan jalan keluar dari permesalahan yang dihadapi. Cara yang paling umum
ditempuh yaitu mencari orang “pintar”, dukun atau sejenisnya dengan cara memohon
petunjuk atau nunas baos (bahasa
Bali) dengan harapan masalah yang dihadapi cepat teratasi. Namun kenyataan yang
terjadi sering tidak seperti apa yang diharapkan, bahkan sering menciptakan
masalah baru yang tidak disadari, sehingga ia selalu berkeluh kesah kepada
siapaun yang dijumpainya. Cara seperti ini setiap hari kita dengar dari teman
ataupun saudara-saudara yang baru dikenal. Ia bertutur kata tentang kegelisahan
atau konplik jiwa bahkan sakit hati yang pernah menimpa atau sedang
dideritanya. Mendengar keluh kesah seperti itu sering mengundang rasa sedih dan rasa iba.
Suasana hati seperti itu juga sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin
meraih keuntungan, dengan berpura-pura sedih agar lawan jenisnya merasa kasihan.
Kedok penipuan seperti itu sudah banyak memakan korban, oleh karena itu orang
yang patut mendapat perhatian turut dicurigai.
PERANAN SENI LUKIS DALAM PENINGKATAN MORAL DAN SPIRITUAL
oleh : Guru Sri Hasta Dhala
Disampaikan
dalam Seminar Seni Rupa yang diselenggarakan Yayasan Kreasi Seni Sejati.
Bertempat di
Sika Gallery: Sabtu 23 Oktober 2010
Sebelum membahas peranan seni lukis dalam peningkatan
moral dan spiritual saya mengajak para peserta seminar untuk merenung bersama,
untuk memuja, memuliakan dan menghormati
Tuhan sebagai pencipta keindahan. Hakekat penciptaan adalah melahirkan. Karena
melahirkan, Tuhan kita puja, muliakan dan hormati sebagai “IBU Sejati”, untuk
itu marilah melantunkan sebuah lagu untuk memuliakanNya. “ Swari Sundaram Sri Mathe Ye Namah” bisa dilakukan berulang-ulang
sesuai dengan kebutuhan.
MENYADARI KESALAHAN ADALAH REFLEKSI KEJUJURAN
Setiap orang mendambakan kejujuran
dan ketulusan dalam prilaku kehidupan bermasyarakat, yang amat jarang kita
temukan dalam kehidupan dewasa ini. Ketika kita perhatikan orang-orang
terkemuka dunia bahkan para pemimpin Negara,
selalu mengumandangkan kejujuran dan ketulusan dalam memberi arti dan
makna kehidupan ini. Namun kenyataan yang terjadi hanyalah hiasan bibir dan
telinga saja, bahkan negara kita menjadi miskin karena korban ketidak jujuran.
Patut direnungi bersama bahwa ketika
ketidak jujuran menjadi salah satu penyebab terpuruknya suatu Negara, maka
sudah sepatutnya kita selalu mendidik diri agar pelan-pelan bisa menekan sikap
prilaku “tidak jujur” menjadi “jujur” dan “tulus ikhlas”. Bila kita
menginginkan sesuatu yang besar, akan lebih baik berani memulai dengan sesuatu
yang kecil, dan terus dipupuk dengan keyakinan tinggi agar energi tubuh kita
terarah kegunaannya.
MENUMBUHKAN BENIH-BENIH KEJUJURAN MELALUI PENYUCIAN DIRI
Demikian pesatnya perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni dengan segala kekuatannya, merambah segala
sektor kehidupan dengan berbagai karakternya. Perkembangan ini dimulai dari
Negara maju dengan peradaban pengetahuannya membuat Negara berkembang tunduk
dengan ketidak berdayaannya. Perubahan pola hidup alamiah menjadi pola hidup
material dan konsumtif. Mungkinkah hal ini dihindari ?, nampaknya sangatlah
mustahil. Kecuali menyaring dengan pengetahuan dan kesucian jiwa, walaupun
untuk menempa diri agar memiliki pengetahuan dan kesucian jiwa bukan hal yang
mudah, “sadar” mulai saat inilah jawabannya.
MEMBERSIHKAN DAN MENYUCIKAN DIRI ADALAH KEWAJIBAN
Ashram Vrata
Wijaya, Jalan Siulan Gang Nusa Indah IV/4 Denpasar Timur.
Ditengah-tengah hiruk pikuknya
kesibukan masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan, terutama yang paling menonjol
adalah kebutuhan ekonomi, sehingga kelihatan seolah-olah tidak lagi ada siang
dan malam. Akibatnya ketenangan
istirahat baik siang maupun di malam hari amat terganggu, bukan saja bagi orang lain sekitarnya, tetapi bagi pelakunya
sendiri. Banyak orang sampai ia tidur di
atas pekerjaannya sendiri, di bak mobil dagangannya, ada juga yang tidur di
emper toko menunggu giliran pekerjaan, dan ada yang mengubah waktu tidurnya
yang semestinya sesuai aturan alam tidur di malam hari, tetapi dilakukan di siang
hari. Akibatnya keluarga lain yang ada di rumah itu harus selalu berhati-hati
agar tidak menggangu orang tuanya yang semalam suntuk harus bekerja. Gangguan
lain yang mengakibat banyak terganggu adalah desingan suara mobil, sepeda motor,
suara klakson tiada henti, kemacetan lalu-lintas, diberbagai jurusan dan itu
terjadi dimana-mana setiap hari. Hiruk pikuk itu terjadi setiap hari terutama dipusat-pusat
kegiatan perekonomian, yang mengakibatkan timbulnya stress sosial yang
berkepanjangan. Akibatnya bila ada senggolan sedikit saja orang sering tidak
mampu mengontrol emosinya, sehingga setiap saat sering berujung pada perbuatan
tidak terpuji. Oleh karena itu bila kita selalu berhadapan dengan masalah itu, mesti
diupayakan menjaga keselamatan diri, yang patut selalu diupayakan bagi setiap
orang. Salah satu upaya yang patut dilakukan adalah dengan menumbuhkan
rasa “kesadaran dan kesabaran” yang merupakan salah satu jawaban untuk mencapai “keselamatan”. Keselamatan mesti dimulai dari berpikir jernih dari
dalam diri sendiri, agar mampu mengetahui dan mengendalikan mana yang bermakna
dan mana yang membahayakan.
Januari 02, 2013
AVW Sacred Dance Competition - Dec 21 2011
Langganan:
Komentar (Atom)

