Agama telah memberikan teori yang memberikan tuntunan kepada
kita dalam menjalankan aktivitas spiritual, guna mencapai keseimbangan hidup
dalam bentuk kedamaian yang penuh dengan rasa persaudaraan dalam kehidupan ini.
Spiritual yang berkisar di permukaan saja kurang memberikan kematangan dalam
mengatasi ketersesatan pikiran. Oleh karena itu kita harus masuk lebih mendalam
lagi untuk mendapatkan pengetahuan ,yang lebih bisa merasakan getaran-getaran
dan energi dari kuasa Tuhan. Baik melalui proses sembahyang, bermeditasi
melakukan brata atau mendengarkan pengetahuan-pengetahuan yang bersumber dari
Guru spiritual itu sendiri.
Dari
pernyataan diatas dapatlah digambarkan bahwa
kehadiran Guru Spiritual sangat penting didalam proses ini. Karena tanpa Guru
akan terjadi suatu ketidakpastian jenjang spiritual yang dibutuhkan oleh jiwa
kita. Oleh karena itu bergurulah dan
nobatkan sosok Guru yang akan menjadi sumber kebutuhan spiritual jiwa kita
sendiri. Apabila jiwa kita sendiri telah mengabiseka Guru Spiritual agar dapat
pengetahuan itu mengalir, dan berinteraksi dalam bentuk proses belajar mengajar
antara jiwa guru dengan jiwa murid lakukanlah Yoga selalu di kaki Guru agar
mendapatkan tempaan-tempaan prilaku yang mengandung nilai spiritual yang
memberikan inisiasi pada diri kita untuk selalu berbuat bijaksana. Karena tanpa
kedekatan seperti itu niscaya pengetahuan spiritual dapat mengalir secara
berkelanjutan di wadah yang masih penuh kekosongan dan kebodohan dari muridnya,
milikilah kesadaran bahwa tanpa kita menengadahkan wadah-wadah yang kosong
tidak mungkin akan dapat menampung aliran pengetahuan yang bersumber dari para
maha sumber . Bagaimana caranya memilih Guru yang mendekati ketepatan dengan
kebutuhan jiwa kita di jaman ini? Pada jaman dahulu para Guru Spiritual bertapa
dihutan rimba dengan tantangan berbagai penyakit, kelebatan hutan, bahkan
binatang-binatang buas pun bisa mengancam. Didalam tantangan itu, beliau dapat
memberikan ajaran sederhana kepada muridnya atau pengikutnya, tetapi memiliki
makna yang amat besar dan bening, sehingga para pengikut dan muridnya
mendapatkan pancaran kedamaian dan kebahagiaan. Disamping itu karena
tuntunannya pengikut atau muridnya dapat melakukan aktivitas-aktivitas
kehidupan spiritual yang memberikan vibrasi pada kelestarian alam, sehingga
alam menjadi bersahabat, menjadi penunjang bahkan memberikan nilai kehidupan
yang amat harmonis dijaman itu. Dengan berjalannya proses kehidupan secara
terus menerus atas dasar kepentingan-kepentingan kehidupan yang semakin
mengikuti hawa nafsu, keserakahan, bahkan egoisme, nilai- nilai pengetahuan
yang diajarkan oleh guru-guru suci itu semakin dikelabui nilai inti dan
kebenarannya. Bahkan kebeningan-kebeningan ajaran itu semakin ditutup oleh
lapisan-lapisan debu keserakahan, sehingga lama kelamaan nilai keluhuran itu
semakin pudar dan menjauh. Mengingat semakin membaranya kehidupan yang didasari
oleh nafsu dan pikiran,sehingga ketersesatan itu tidak mampu diatasi dengan
pengertian tanpa kita memiliki Guru. Maka dijaman seperti inilah alam dengan
sendirinya menghadirkan Guru suci yang di diksa oleh beliau sendiri sebagai
awatara penyelamat nilai kebenaran yang telah digariskan oleh kuasa tuhan. Kita
akan tahu kehadiran Guru dijaman ini apabila kita tinggalkan “merasa bisa”,
hadirkanlah “bisa merasakan”. Karena tanpa memiliki sensitivitas itu kita akan
susah mengetahui kehadiran guru,yang berada dihutan lebat teknologi intelektual
dan pengaruh-pengaruh negatif yang tidak terkendali. Maka pasanglah selalu “kepekaan
bisa merasakan kehadiran Guru”, yang bisa menyelamatkan kebeningan atau
menghidupkan nilai kebenaran ajaran Guru pada jaman dulu. Kepekaan itu akan
tumbuh pada diri kita apabila kita berada di wadah yang memberikan kesempatan
dekat kepada Guru, seperti Ashram atau perguruan spiritual lainnya. Di tempat
itulah secara real kita akan menemukan Guru sesuai dengan kebutuhan jiwa
spiritual itu sendiri. Dalam situasi kehidupan sekarang ini yaitu kehidupan
yang didominan oleh rasa keduniawian amat gampang jiwa kita dikuasai oleh rasa
tidak peduli dengan sesama, tidak memiliki toleransi dengan sesama, bahkan
secara buas nilai kebijaksanaan ditelan oleh sifat kemurkaan.
Seklumit Pengalaman di Ashram Vrata
Wijaya
Ashram Vrata
Wijaya betempat di Jalan Siulan GG Nusa Indah Denpasar. Telah memeberikan andil
besar kepada kami dalam memebenahi mental spiritual yang sangat bermanfaat bagi
kehidupan di jaman yang beridentitas
bahwa : kebenaran selalu terkelabui oleh pembenaran, akibat dari pikiran yang
memiliki kecepatan melebihi pesawat jet mengemudi diri kita tanpa ada tumbuh
kebijaksanaan sebagai kontrolnya. Kebijaksanaan akan tumbuh dalam diri apabila
kita selalu mendapatkan sentuhan pengetahuan spiritual yang bersumber dari
kebenaran hakiki yaitu dari cinta kasih Tuhan yang mengalir kepada para
baktinya melalui Guru dan Maha Guru suci yang memiliki misi sebagai pengemban kebenaran
yang maha tinggi dijagat ini. Di Ashram Vrata Wijaya hal ini terjadi karena ada
proses interaksi belajar mengajar secara spiritual antara Guru dengan muridnya
atas dasar Guru memiliki kesadaran suci untuk mengabdi dan berYadnya melalui
pemberian tuntunan pengetahuan suci sebaliknya murid juga tumbuh kesadarannya
bahwa ada kebodohan yang perlu diisi dengan pengetahuan spiritual sebagai
senjata untuk memerangi kegelapan yang selalu mendominasi kehidupan ini. Karena
didalam menjalankan ajaran-ajaran bakti kepada tuhan pengetahuan spiritual
adalah sebagai pengendalinya. Setelah kita secara tekun melakukan bakti, brata,
dan yoga dengan penuh disiplin, pasrah, dan yakin akan semakin tumbuh “rasa
bisa” memaknai yang kecil adalah sumber yang besar yang sederhana adalah sumber
yang agung dan mulia bahkan yang bodoh adalah bahan untuk dicerdaskan, tetapi
hal itu bisa terjadi apabila kita memiliki rendah hati dan tinggi budi didalam
menerima pengetahuan-pengetahuan suci tersebut. Pengetahuan suci yang semakin
ada dalam diri kita adalah sebagai titik pijak menumbuhkan kesadaran diri bahwa
pengetahuan itu tidak memiliki batas. Bagai lilin yang menyala di malam gelap
gulita sinarnya memberi kesempatan pada indra penglihatan untuk melihat
kegelapan yang amat luas. Artinya yang belum kita ketahui jauh lebih besar dari
yang kita ketahui,kalau hal tersebut tidak kita cermati maka pengetahuan yang
terbatas akan membentuk karakter kehidupan yang dogmatisme. Tumbuhkanlah rendah
hati yang datang dari kesadaran pengetahuan dan kecintaan pada Tuhan yang ada
dimana- mana. Kalimat suci pernah kami dengar bahwa “siapapun dengan kesujudan
mempersembahkan kepadaKu baik daun, bunga,buah-buaahan atau air yang dilandasi
atas cinta keluar dari hati suci walaupun sederhana sifatnya aku terima”
sebaliknya persembahan yang besar-besaran tapi dilandasi atas ego tidak
memiliki arti suci, upakara yang serba besar tidak ada artinya apabila tidak
disertai dengan jiwa yadnya yang berpengethuan. Kesucian akan membangkitkan
rasa kejujuran dari dalam diri menghargai pentingnya hidup bersama secara damai
yang bernilai tinggi atas dunia ini. Kesucian dan kejujuran akan menimbulkan
suara hati yang jernih dapat kita dengar sendiri sebagai inspirasi melakukan
aktivitas hidup yang benar,dan bertoleransi tinggi.
Semoga Siwa
Maha Guru memberikan berkat dan memberikan tuntunan kepada para baktinya, sehingga
kehidupan di alam ini kedamaian dan kebahagiaan selalu bersama.
IDA BAGUS PUTU ASTAWA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar