Februari 28, 2013

Berguru Spiritual


              Agama telah memberikan teori yang memberikan tuntunan kepada kita dalam menjalankan aktivitas spiritual, guna mencapai keseimbangan hidup dalam bentuk kedamaian yang penuh dengan rasa persaudaraan dalam kehidupan ini. Spiritual yang berkisar di permukaan saja kurang memberikan kematangan dalam mengatasi ketersesatan pikiran. Oleh karena itu kita harus masuk lebih mendalam lagi untuk mendapatkan pengetahuan ,yang lebih bisa merasakan getaran-getaran dan energi dari kuasa Tuhan. Baik melalui proses sembahyang, bermeditasi melakukan brata atau mendengarkan pengetahuan-pengetahuan yang bersumber dari Guru spiritual itu sendiri.


            Dari pernyataan diatas dapatlah digambarkan  bahwa kehadiran Guru Spiritual sangat penting didalam proses ini. Karena tanpa Guru akan terjadi suatu ketidakpastian jenjang spiritual yang dibutuhkan oleh jiwa kita. Oleh karena itu bergurulah dan  nobatkan sosok Guru yang akan  menjadi sumber kebutuhan spiritual jiwa kita sendiri. Apabila jiwa kita sendiri telah mengabiseka Guru Spiritual agar dapat pengetahuan itu mengalir, dan berinteraksi dalam bentuk proses belajar mengajar antara jiwa guru dengan jiwa murid lakukanlah Yoga selalu di kaki Guru agar mendapatkan tempaan-tempaan prilaku yang mengandung nilai spiritual yang memberikan inisiasi pada diri kita untuk selalu berbuat bijaksana. Karena tanpa kedekatan seperti itu niscaya pengetahuan spiritual dapat mengalir secara berkelanjutan di wadah yang masih penuh kekosongan dan kebodohan dari muridnya, milikilah kesadaran bahwa tanpa kita menengadahkan wadah-wadah yang kosong tidak mungkin akan dapat menampung aliran pengetahuan yang bersumber dari para maha sumber . Bagaimana caranya memilih Guru yang mendekati ketepatan dengan kebutuhan jiwa kita di jaman ini? Pada jaman dahulu para Guru Spiritual bertapa dihutan rimba dengan tantangan berbagai penyakit, kelebatan hutan, bahkan binatang-binatang buas pun bisa mengancam. Didalam tantangan itu, beliau dapat memberikan ajaran sederhana kepada muridnya atau pengikutnya, tetapi memiliki makna yang amat besar dan bening, sehingga para pengikut dan muridnya mendapatkan pancaran kedamaian dan kebahagiaan. Disamping itu karena tuntunannya pengikut atau muridnya dapat melakukan aktivitas-aktivitas kehidupan spiritual yang memberikan vibrasi pada kelestarian alam, sehingga alam menjadi bersahabat, menjadi penunjang bahkan memberikan nilai kehidupan yang amat harmonis dijaman itu. Dengan berjalannya proses kehidupan secara terus menerus atas dasar kepentingan-kepentingan kehidupan yang semakin mengikuti hawa nafsu, keserakahan, bahkan egoisme, nilai- nilai pengetahuan yang diajarkan oleh guru-guru suci itu semakin dikelabui nilai inti dan kebenarannya. Bahkan kebeningan-kebeningan ajaran itu semakin ditutup oleh lapisan-lapisan debu keserakahan, sehingga lama kelamaan nilai keluhuran itu semakin pudar dan menjauh. Mengingat semakin membaranya kehidupan yang didasari oleh nafsu dan pikiran,sehingga ketersesatan itu tidak mampu diatasi dengan pengertian tanpa kita memiliki Guru. Maka dijaman seperti inilah alam dengan sendirinya menghadirkan Guru suci yang di diksa oleh beliau sendiri sebagai awatara penyelamat nilai kebenaran yang telah digariskan oleh kuasa tuhan. Kita akan tahu kehadiran Guru dijaman ini apabila kita tinggalkan “merasa bisa”, hadirkanlah “bisa merasakan”. Karena tanpa memiliki sensitivitas itu kita akan susah mengetahui kehadiran guru,yang berada dihutan lebat teknologi intelektual dan pengaruh-pengaruh negatif yang tidak terkendali. Maka pasanglah selalu “kepekaan bisa merasakan kehadiran Guru”, yang bisa menyelamatkan kebeningan atau menghidupkan nilai kebenaran ajaran Guru pada jaman dulu. Kepekaan itu akan tumbuh pada diri kita apabila kita berada di wadah yang memberikan kesempatan dekat kepada Guru, seperti Ashram atau perguruan spiritual lainnya. Di tempat itulah secara real kita akan menemukan Guru sesuai dengan kebutuhan jiwa spiritual itu sendiri. Dalam situasi kehidupan sekarang ini yaitu kehidupan yang didominan oleh rasa keduniawian amat gampang jiwa kita dikuasai oleh rasa tidak peduli dengan sesama, tidak memiliki toleransi dengan sesama, bahkan secara buas nilai kebijaksanaan ditelan oleh sifat kemurkaan.


Seklumit Pengalaman di Ashram Vrata Wijaya

            Ashram Vrata Wijaya betempat di Jalan Siulan GG Nusa Indah Denpasar. Telah memeberikan andil besar kepada kami dalam memebenahi mental spiritual yang sangat bermanfaat bagi kehidupan di jaman  yang beridentitas bahwa : kebenaran selalu terkelabui oleh pembenaran, akibat dari pikiran yang memiliki kecepatan melebihi pesawat jet mengemudi diri kita tanpa ada tumbuh kebijaksanaan sebagai kontrolnya. Kebijaksanaan akan tumbuh dalam diri apabila kita selalu mendapatkan sentuhan pengetahuan spiritual yang bersumber dari kebenaran hakiki yaitu dari cinta kasih Tuhan yang mengalir kepada para baktinya melalui Guru dan Maha Guru suci yang memiliki misi sebagai pengemban kebenaran yang maha tinggi dijagat ini. Di Ashram Vrata Wijaya hal ini terjadi karena ada proses interaksi belajar mengajar secara spiritual antara Guru dengan muridnya atas dasar Guru memiliki kesadaran suci untuk mengabdi dan berYadnya melalui pemberian tuntunan pengetahuan suci sebaliknya murid juga tumbuh kesadarannya bahwa ada kebodohan yang perlu diisi dengan pengetahuan spiritual sebagai senjata untuk memerangi kegelapan yang selalu mendominasi kehidupan ini. Karena didalam menjalankan ajaran-ajaran bakti kepada tuhan pengetahuan spiritual adalah sebagai pengendalinya. Setelah kita secara tekun melakukan bakti, brata, dan yoga dengan penuh disiplin, pasrah, dan yakin akan semakin tumbuh “rasa bisa” memaknai yang kecil adalah sumber yang besar yang sederhana adalah sumber yang agung dan mulia bahkan yang bodoh adalah bahan untuk dicerdaskan, tetapi hal itu bisa terjadi apabila kita memiliki rendah hati dan tinggi budi didalam menerima pengetahuan-pengetahuan suci tersebut. Pengetahuan suci yang semakin ada dalam diri kita adalah sebagai titik pijak menumbuhkan kesadaran diri bahwa pengetahuan itu tidak memiliki batas. Bagai lilin yang menyala di malam gelap gulita sinarnya memberi kesempatan pada indra penglihatan untuk melihat kegelapan yang amat luas. Artinya yang belum kita ketahui jauh lebih besar dari yang kita ketahui,kalau hal tersebut tidak kita cermati maka pengetahuan yang terbatas akan membentuk karakter kehidupan yang dogmatisme. Tumbuhkanlah rendah hati yang datang dari kesadaran pengetahuan dan kecintaan pada Tuhan yang ada dimana- mana. Kalimat suci pernah kami dengar bahwa “siapapun dengan kesujudan mempersembahkan kepadaKu baik daun, bunga,buah-buaahan atau air yang dilandasi atas cinta keluar dari hati suci walaupun sederhana sifatnya aku terima” sebaliknya persembahan yang besar-besaran tapi dilandasi atas ego tidak memiliki arti suci, upakara yang serba besar tidak ada artinya apabila tidak disertai dengan jiwa yadnya yang berpengethuan. Kesucian akan membangkitkan rasa kejujuran dari dalam diri menghargai pentingnya hidup bersama secara damai yang bernilai tinggi atas dunia ini. Kesucian dan kejujuran akan menimbulkan suara hati yang jernih dapat kita dengar sendiri sebagai inspirasi melakukan aktivitas hidup yang benar,dan bertoleransi tinggi.

            Semoga Siwa Maha Guru memberikan berkat dan memberikan tuntunan kepada para baktinya, sehingga kehidupan di alam ini kedamaian dan kebahagiaan selalu bersama.


IDA BAGUS PUTU ASTAWA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar